Hacking VS Cracking, Hacker VS Cracker, Serupa Namun Tak Sama

cybercrimePerkembangan teknologi kerap kali menyuguhkan  kosakata baru yang terasa asing bagi kita. Mungkin karena memang kita belum pernah mendengarnya sama sekali, atau sebenarnya kita mengetahuinya namun merasa tidak tahu karena biasa disajikan dalam bahasa asing atau bahasa serapan. Kosa kata yang kerap kita temui antara lain cybercrime, digital signature, social engineering, hacker, dan cracker. Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai hacker dan cracker. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan hacker dan cracker? Apakah sama atau berbeda? Jika berbeda, dimanakah letak perbedaannya?

 Mungkin sebelum ini pembaca menyangka bahwa istilah hacking sama artinya dengan istilah cracking. Keduanya sama-sama jahat karena berusaha menyusup ke sistem orang lain dan berakibat buruk bagi si pemilik. Atau bahkan mungkin juga ada pembaca belum pernah mendengan istilah cracking. Seperti saya ketika masih duduk di bangku SMP, yang saya tahu hanyalah istilah hacker dan hacking saja. Dan memang, sepertinya istilah hacker lebih terkenal dan populer karena lebih sering digunakan di film-film.
Hacker dan cracker adalah sebuah kata benda yang menunjukkan profesi. Sedang hacking dan craking adalah kata benda bentukan dari verb. Ah, sepertinya terlalu rumit jika menjelaskan mengenai bahasa di sini, yang jelas, tanpa tahu terlebih dahulu maknanya pasti pembaca sudah tahu apa perbedaan hack, hacking, dan hacker.
Selama ini istilah hack dan crack sering diasumsikan sama, padahal keduanya berbeda. Pada awalnya keduanya memang sama. Mereka berdua sama-sama berhasil mendapatkan akses ke segala sesuatu yang seharusnya tidak mereka miliki. Namun, perbedaan antara hack dan crack, ditunjukkan pada apa yang terjadi setelah itu, pilihan antara merusak dan tidak merusak.
Ini dia ada sepenggal cerpen buatan saya ketika SMA (lupa waktu itu mbuat untuk apa), yang mungkin dapat memberikan sedikit gambaran tentang perbedaan hacker dan cracker
*****
“Ini memang zamannya teknologi, zamannya kita berkecimpung di dunia maya, zamannya kita menguasai internet. Kamu memang hebat, analisator program dan jaringan terhebat yang pernah kuketahui. Kamu bisa menguasai bahasa html, bahasa pemrograman, dan java dengan cepat. Tapi bukan begitu cara menggunakan kemampuanmu.”
Lagi-lagi Evan berusaha mengintimidasiku, berusaha mendikte mana yang benar dan mana yang salah. Aku tidak suka itu, memang dia itu siapa?
“Apa? Lalu apa? Aku tidak mau jadi sepertimu. Apakah aku harus diam saja menanti seseorang yang memintaku untuk memeriksa keamanan webnya baru aku bekerja?”. Kupandang Evan dengan ekspresi datar dan kusandarkan tubuhku pada bantalan kursi. Otot-ototku kaku karena semalaman begadang di depan komputer.
“Dengan kemampuanmu yang seperti itu, kamu bisa menjadi seorang hacker hebat! Seorang semi elite, bahkan seorang elite! Bayaranmu akan mahal!” kata Evan menggebu-gebu. Ia pasti berusaha menyeretku keluar dari dunia hitam para cracker.
“Tidak! Tidak, aku tidak mau menjadi hacker sepertimu. Aku mau lebih.” jawabku dengan pongah dan memandang Evan agak rendah.
“Kamu memang lebih hebat dariku Tapi hacker tidak sehina pikiranmu. Hacker adalah orang-orang yang menguji sistem kemanan suatu jaringan. Mereka berjasa, membantu para administrator website untuk mengetahui sejauh mana keamanan sistem mereka.” Evan masih berusaha keras meyakinkanku .
“Itu tidak akan mengubah pendirianku. Bagaimanapun juga aku  ini lebih! Aku menyadari kelebihan intelegensiku dibanding orang-orang lain. Sudah sepantasnya kugunakan otakku semaksimal mungkin.”
“Tapi caramu salah, pekerjaanmu itu hina! Hina!”  Evan berteriak, ia mulai emosi.
“Hina? Bah, menurutku ini pekerjaan berlevel!”
“Kamu perusak dan pencuri!” katanya sambil menudingku, memandangku dengan pandangan jijik. Kemudian ia meminum minuman di depannya dengan terburu-buru. “Aku memang cuma seorang white hat hacker yang bekerja jika mendapat perintah. Tapi aku dan hacker-harcker lainnya tidak pernah melakukan perbuatan hina sepertimu. Mencuri password, mengubah website seenaknya, menyabotase alamat email, menyebarkan virus, membobol rekening…”
****
Nah, itu dia tadi sebuah cuplikan cerita pendek, tak perlu penasaran tentang endingnya, apakah mereka kemudian berpacaran dan menikah, ataukah si tokoh aku bunuh diri karena semua kejahatannya ketahuan. Dialog antara tokoh aku yang notabenya adalah seorang cracker, dan Evan yang seorang hacker. Memang dalam beberapa hal agak kurang valid, mungkin karena pemahaman saya waktu itu belum seberapa.
Untuk pembahasan kali ini cenderung lebih panjang dari pembahasan sebelumnya mengenai cybercrime, digital signature, dan socialengineering. Berikut ini dia ada perbedaan Hacking dan Cracking, Hacker dan Cracker dari berbagai sumber, walaupun saya sendiri kurang meyakini kebenaran beberapa sumber itu.
Hacking
 
“Hacking adalah sebuah penggunaan yang ilegal atau tidak sah terhadap  sumber daya, dalam hal ini adalah komputer dan jaringan komputer. Istilah hacking sering dirujuk sebagai kejahatan komputer seperti pencurian identistas, penipuan kartu kredit, dan tindakan kejahatan komputer yang lainnya.” (saya kurang setuju dengan pengertian ini, karena biasanya istilah hack hanya sebatas akses ke sumber daya dan biasanya si pelaku belum tentu memanfatkannya)
“Namun demikian, istilah “Hack” juga digunakan untuk merujuk kepada sebuah modifikasi dari program komputer atau perangkat komputer yang lain untuk memberikan dan memudahkan aakses pengguna ke fitur yang tidak tersedia.”
Hacker
Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer. Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.
Ciri-ciri hacker
  1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tidak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.
  2. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
  3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
  4. Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.
Tingkatan-Tingkatan Dalam Hacker
Elite :
Dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka sangat mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.
Semi Elite:
Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh Hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.
Developed Kiddie:
Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik UserInterface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
Script Kiddie:
Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
Lamer:
Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi Hacker (wanna-be Hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang Hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
CRACKING
“Kebalikan dari Hack, yakni tindakan untuk menjebol komputer orang lain dengan tujuan yang jahat. Contoh dari crack ini banyak sekali seperti: virus, worm, spyware, adware, keylogger dan sebagainya”
Cracker
cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang dimasuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya. Artinya orang itu berusaha untuk  sistem komputer orang lain atau menerobos sistem keamanan komputer orang lain untuk mengeruk keuntungan atau melakukan tindak kejahatan. Inilah yang membedakannya dengan hacker.
 
Ciri-ciri cracker
  • Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagai contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
  • Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
  • Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
  • Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak.
  • Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.
Jadi dapat diambil kesimpulannya bahwa Hacker  adalah orang yang mengetahui apa yang dilakukannya, menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sementara hacker yang ‘jahat’ atau biasa disebut cracker adalah orang yang tahu apa yang dikerjakannya, menyadari akibat dari perbuatannya, tapi tidak mau peduli. Dan ia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diketahui dan dilakukannya itu. Karena hacker adalah orang yang tahu dalam ketahuannya, di dunia hackers tentu saja ada etika yang mesti dipenuhi dan dipatuhi bersama.
Prinsip kerja hacker dan cracker sebenarnya sama. Yang membedakan keduanya adalah tujuannya. Dari segi kemampuan, cracker dan hacker juga tidak jauh berbeda. Tapi cracker seringkali memiliki ilmu yang lebih oke dan keberanian serta kenekatan yang lebih besar daripada hacker.Namun dari segi mentalitas dan integritas, keduanya beda jauh.

Menurut saya, dunia hacker dan cracker memiliki batas yang bias.

Seorang hacker bisa saja dalam perjalanannya kemudian menjadi cracker. Ataupun seseorang yang telah menjadi cracker bisa saja kembali lagi menjadi hacker. Dan sangat sulit untuk menilai apakah seseorang itu merupakan hacker atau cracker, karena yang kita ketahui hanyalah sebatas apa yang diproklamirkannya saja. Kita, terutama yang kurang tahu dengan pasti sepak terjang nyata dunia perhackeran, akan sangat sulit menilai. (Dengan kemampuan orang awam, belum tentu sadar apakah komputer kita sedang ter-hack atau tidak)

Keduanya dimulai di titik yang sama, yakni kemampuan untuk menyusup atau mengehack sebuah sumber daya. Di sebuah titik persimpangan, orang-orang ini bebas untuk memilih alternatif tindak lanjut yang mereka punyai, untuk kebaikan, atau untuk diri sendiri.

hacker tidak memilih untuk merusak atau mencari keuntungan pribadi dari sistem yang disusupinya, sedang cracker memilih untuk merusak sumber daya yang berhasil diaksesnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s